My Way, One voice : Saint Mary Way

"My Way, One Voice" 



𝙄. Pendahuluan

Saint Mary Way (SMW) adalah kegiatan penilaian ko-kurikuler penting di SMP Santa Maria untuk siswa kelas 9. Kegiatan ini melibatkan pelayanan komunitas dan pelayanan rohani di berbagai institusi, seperti gereja, panti asuhan, dan panti jompo.

Nama saya Redemptus Bintoro Naladewa Duartha, saya tinggal di Bandung. Karena saya sangat menikmati kegiatan menyanyi, saya memilih bergabung dengan Tim Paduan Suara sekolah untuk SMW. Saya adalah satu-satunya laki-laki dalam kelompok tersebut, karena tidak banyak siswa laki-laki kelas 9 yang berminat menyanyi atau mereka sudah memiliki jadwal pelayanan lain yang bertabrakan.

Kami dilatih oleh Pak Davin, seorang konselor sekolah yang juga merupakan anggota aktif tim paduan suara dewasa, Iuvenum dan Abhirama. Kami hanya memiliki beberapa sesi latihan—sekitar 3 hingga 4 kali—sebelum pelayanan pertama kami di Gereja Kamuning.


𝙄𝙄. Sorotan Pelayanan

Saya senang karena pelayanan pertama di Gereja Kamuning berjalan lancar, tetapi saya bahkan lebih senang saat menerima makanan yang disediakan setelahnya, terutama karena saya sangat lapar! Meskipun berjalan lancar, tetap ada beberapa kesalahan seperti suara kami yang kurang kuat atau teknik yang masih belum sepenuhnya kami kuasai. Kami masih memiliki banyak hal untuk dipelajari, karena hidup tidak berhenti hanya karena sebuah kesalahan.

Saya menikmati pelayanan baik di Gereja Kamuning maupun Gereja Melania. Saya mendapatkan pengalaman baru dan bersyukur masih memiliki kesempatan untuk menyanyi. Saya sangat senang dengan konsumsi di Melania, yaitu kebab yang lezat dan susu Milo. Menariknya, saat pelayanan di Melania saya hadir seorang diri, karena anggota tim lainnya sedang mengikuti retret pada hari yang sama.


𝙄𝙄𝙄. Penilaian Keseluruhan

Saya percaya bahwa Saint Mary Way adalah kegiatan yang sangat baik. Kegiatan ini memberikan pengalaman berharga, membantu siswa semakin dekat dengan Tuhan, dan menumbuhkan rasa empati, semangat untuk bertumbuh, dan solidaritas.


𝙄𝙑. Refleksi SEE–JUDGE–ACT

SEE (Melihat Realitas)

Saya memang sudah menyukai menyanyi, sehingga saya bergabung dengan tim paduan suara. Pelayanan gereja pertama saya adalah pada 28 September. Saya merupakan satu-satunya laki-laki di tim paduan suara kelas 9 dan saya dilatih oleh Pak Davin. Saya berhasil melaksanakan pelayanan di dua gereja, termasuk satu pelayanan di mana saya tampil sebagai satu–satunya anggota paduan suara yang hadir.

JUDGE (Menganalisis Realitas Berdasarkan Nilai-Nilai)

Saya merasa sangat bersyukur mendapat kesempatan mengembangkan hobi menyanyi sambil memenuhi tugas pelayanan. Meskipun latihan kami sangat sedikit dan saya tampil seorang diri di Gereja Melania, saya percaya bahwa Tuhan selalu hadir dan menyertai saya dalam setiap tugas pelayanan. Saya belajar bahwa pelayanan bukan tentang mencapai kesempurnaan teknis, melainkan tentang menunjukkan ketulusan dan memberikan karunia terbaik yang saya miliki.

"Aku ini hamba Tuhan. Jadilah padaku menurut perkataanmu itu."
— Lukas 1:38

ACT (Merencanakan/Melakukan Sesuatu)

Saya akan terus mengembangkan bakat menyanyi dan secara aktif mencari lebih banyak kesempatan untuk melayani di Gereja atau kegiatan komunitas lainnya, baik secara individu maupun bersama tim. Saya juga berharap di angkatan berikutnya, lebih banyak siswa laki-laki berani dan bersedia bergabung dengan tim paduan suara. Saya berencana mulai mencari informasi tentang paduan suara dewasa seperti, Iuvenum dan Abhirama, sebagai tujuan keterlibatan di masa depan. Impianku adalah untuk bergabung dengan paduan suara Studio Cantorum atau menjadi bagian Bandung Choral Society. Karena, mereka adalah penyanyi-penyanyi profesional dan saya ingin sekali untuk belajar dari mereka serta mereka seringkali diundang ke luar negeri seperti Bandung Choral Society diundang untuk konser di sekitar Eropa yang terdiri dari Belanda, Jerman, dan Yunani.

V. Kesimpulan dan Nilai Moral dari Saint Mary Way

Dari kegiatan Saint Mary Way ini, kami semua menjadi lebih dekat dengan Tuhan, dan ini membuktikan bahwa kegiatan ini berhasil. Tidak hanya membuat kami semakin dekat dengan Tuhan, tetapi juga membuat kami lebih disiplin, belajar setia di jalan Tuhan, dan bertobat dari dosa-dosa kami. Saya sangat menyukai kegiatan ini dan SMP Santa Maria seharusnya terus melestarikan kegiatan ini.

Jadi, apa yang kamu tunggu? Ambillah Alkitab dan bacalah! Jangan lupa berdoa di mana pun kamu berada, karena kita tidak tahu kapan kita akan mati atau kapan sesuatu yang baik atau buruk akan terjadi. Percayalah bahwa Tuhan akan melakukan segala yang kamu minta dengan iman.

Saya sangat menikmati kegiatan ini, seperti, saya sangat mencintai Tuhan dan kalian semua. Yah, itu saja yang bisa saya refleksikan. Saya berterima kasih kepada semua yang membaca tulisan saya. Jaga diri kalian dan tetap positif dalam situasi apa pun, dan jangan khawatir karena Tuhan sudah memikirkan rencana terbaik — kalian hanya perlu percaya kepada-Nya.

Tuhan memberkati kalian semua!


---------- Tamat ----------




Comments